Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggelar operasi tangkap tangan atau OTT. Dalam operasi senyap kali ini, tim penindakan KPK menangkap Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Anom Widiyantoro. Penangkapan tersebut menjadikan Anom sebagai kepala daerah hasil Pilkada 2024 ke-18 yang terjaring OTT KPK.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi penangkapan pimpinan daerah di wilayah Pemalang tersebut pada Rabu, 29 Juli 2026.
Meskipun demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut dari KPK mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi penangkapan tersebut. KPK juga belum menjelaskan secara detail konstruksi perkara, barang bukti yang disita, maupun siapa saja pihak-pihak lain yang ikut diamankan oleh tim di lapangan.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan.
Terjaringnya Anom Widiyantoro menjadi catatan tersendiri dalam upaya pemberantasan korupsi di daerah. OTT terhadap Bupati Pemalang ini tercatat sebagai OTT kepala daerah yang ke-18 oleh KPK di sepanjang tahun 2026.
Dalam Pilkada Pemalang 2024, Anom Widiyantoro diusung oleh Partai Golkar dan berpasangan dengan Nurkholes. Selain Golkar, pencalonannya juga didukung oleh Partai Perindo, Partai Buruh, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hanura.
Lahir pada 20 Maret 1970, Anom Widiyantoro menempuh pendidikan Sarjana Manajemen Keuangan di Universitas Diponegoro sebelum melanjutkan studi Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran.
Sumber: Kompas
#KPK #OTT #Pemalang #JawaTengah #Golkar #PartaiBuruh #Gelora #Hanura
No Comments Yet...