Tanah gambut tetap membara meskipun api di permukaan sudah dipadamkan karena kebakaran terjadi di bawah permukaan tanah (subsurface smoldering atau ground fire).
Beberapa faktor utama penyebab fenomena ini meliputi:
• Bahan Organik yang Melimpah: Gambut tersusun dari tumpukan sisa-sisa tumbuhan yang belum sepenuhnya membusuk (material organik). Bahan ini berfungsi sebagai bahan bakar padat yang melimpah dan mudah terbakar.
• Pembakaran Tanpa Api Terbuka (Smouldering): Api di dalam gambut membara secara perlahan tanpa menghasilkan nyala api besar, melainkan hanya menghasilkan panas tinggi dan asap tebal. Proses ini mirip dengan arang yang membara di dalam tumpukan abu.
• Kondisi Gambut yang Kering dan Muka Air Tanah Turun: Saat musim kemarau atau akibat pembuatan saluran drainase, muka air tanah gambut turun. Gambut yang kering kehilangan kandungan airnya sehingga sangat mudah terbakar dan menjalar ke lapisan yang lebih dalam.
• Suplai Oksigen dari Pori-pori Tanah: Tanah gambut memiliki ruang pori yang besar. Pori-pori ini memungkinkan oksigen tetap masuk ke dalam lapisan bawah tanah untuk menyokong bara api, meskipun permukaan tanah sudah disiram air.
• Sulitnya Air Menjangkau Lapisan Dalam: Siraman air dari atas biasanya hanya membasahi bagian permukaan, sementara air sering kali sulit meresap cukup dalam untuk mematikan bara di lapisan bawah kecuali menggunakan teknik khusus seperti penyuntikan air (nozzle tanam).
#TanahGambut #BaraApi #KebakaranHutanDanLahan #KebakaranHutan #PemadamKebakaran
No Comments Yet...