Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Jawa Tengah mengonfirmasi ditemukannya cemaran mikroba dalam sampel makanan dan feses korban dugaan gangguan kesehatan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Peristiwa yang menimpa 717 orang pada 23 September 2026 tersebut kini mulai menemui titik terang setelah dilakukannya pengujian laboratorium dan investigasi epidemiologi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Ida Susilaksmi mengatakan, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sampel feses pasien menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri.
Namun, pihak Dinkes Batang belum dapat memfokuskan satu jenis bahan makanan tertentu sebagai penyebab utama. Sebab, sampel makanan yang diuji berasal dari bank sampel SPPG, bukan dari porsi makanan yang telah diterima langsung oleh para siswa di sekolah.
Sejumlah sampel yang diperiksa mencakup nasi putih, telur bolognese, cah sayur, tahu goreng tepung, anggur, serta kualitas air bersih dan air pencucian wadah ompreng.
Mekanisme Perkembangan Mikroba
Seksi Surveilans Dinkes Batang, Nisa mengatakan, proses kontaminasi bakteri hingga dapat memicu gangguan pencernaan massal. Potensi masuknya mikroba dapat bermula dari tahapan pemasakan yang kurang matang atau kurang higienis.
Pertumbuhan bakteri kemudian tereskalasi saat proses distribusi. Kondisi wadah ompreng tertutup yang menahan suhu hangat menjadi media ideal bagi mikroba untuk berkembang biak secara cepat sebelum dikonsumsi.
Secara medis dan epidemiologis, kesesuaian gejala mual, muntah, dan pusing dengan ditemukannya mikroba pada sampel feses pasien memperkuat indikasi terjadinya keracunan makanan.
Atas insiden ini, Dinkes Batang mengimbau seluruh pihak pengelola MBG untuk memperketat standar food safety dari rantai hulu hingga hilir.
Sumber: Radar Pekalongan
#MBG #KorbanMBG #MakanBergiziGratis #BatangJawaTengah #GerakanBawaBekal
No Comments Yet...