Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terulang di Kulon Progo D.I. Yogyakarta membuat sejumlah siswa mengaku kapok mengonsumsi menu tersebut. Mereka bahkan mengusulkan agar program MBG diganti menjadi bantuan kuota internet atau uang tunai.
Salah seorang siswa SMKN 1 Nanggulan Kulon Progo D.I. Yogyakarta, Anisa Gianila mengaku mengalami sakit perut dan diare seetlah mengonsumsi MBG pada Senin, 3 Agustus 2026. Bahkan, hampir seluruh siswa di kelasnya mengalami gejala serupa, mulai dari sakit perut, mual hingga diare. Sejak kejadian itu, Anisa Gianila memilih tidak lagi memakan menu MBG karena khawatir terulang.
Hal serupa disampaikan siswa SMPN 3 Wates Kulon Progo D.I. Yogyakarta, Amalia, yang mengaku dua kali mengalami dugaan keracunan MBG. Ia berharap kualitas pelaksanaan program diperbaiki dan mengusulkan bantuan dialihkan menjadi uang tunai sekitar Rp10 ribu per hari untuk membeli atau menyiapkan bekal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono mengatakan, kasus dugaan keracunan MBG di wilayahnya telah terjadi enam kali sejak program berjalan. Tiga kasus terjadi pada 2025 dan tiga kasus lainnya pada 2026, termasuk satu sekolah yang mengalami dua kali kejadian.
Pemkab Kulon Progo mengusulkan evaluasi pelaksanaan MBG kepada Komnas HAM, termasuk pemetaan sasaran penerima manfaat agar lebih difokuskan kepada kelompok yang paling membutuhkan, seperti balita dan ibu hamil.
Sumber: Radar Jogja
#MakanBergiziGratis #KeracunanMBG #MBG #Jogja #Yogyakarta #KulonProgo #Wates
No Comments Yet...