Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG Wonokerto Turi), Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak kasus gangguan kesehatan akibat menu MBG. Permintaan maaf ini disampaikan setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan bakteri pada sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa.
Kepala SPPG Wonokerto, Rifqi Dimas Pratama mengatakan, kasus gangguan kesehatan yang menyebabkan ratusan siswa bergejala akan menjadi catatan penting bagi lembaganya. Pihaknya akan lebih ketat dalam penanganan bahan makanan hingga menjadi makanan siap santap. Relawan akan diberi pemahaman tentang pemicu bakteri, serta ada mentoring dari chef bersertifikat.
Langkah evaluasi juga mencakup pendisiplinan penggunaan APD bagi karyawan, pengecekan laboratorium air secara berkala, serta pencatatan setiap tahapan proses pengolahan pangan. Pihaknya akan melakukan pendampingan kepada korban dengan mendatangi rumah-rumah penerima manfaat untuk mengetahui kondisi mereka.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Sleman mengungkap hasil uji laboratorium menunjukkan kontaminasi bakteri Bacillus cereus pada sampel nasi dan bola-bola daging goreng dari dapur SPPG Wonokerto.
Kepala Bidang P2PL, dr. Khamidah Yuliati mengatakan, paparan bakteri tersebut menjadi pemicu utama gejala keracunan yang dialami 135 siswa.
Sumber: Tribun Jogja
#DapurMBG #GerakanBawaBekal #MakanBergiziGratis #KorbanMBG #BadanGiziNasional
No Comments Yet...