error code:
Monitor KRISNA Pacitan
Sign-In
Verify Email Address Account Sign-Out
Menu
News
Program
Schedule Shows Specials
Program
Schedule Shows Specials
Staff

Embed The Radio Player In Your Website
Copy the code below and paste it into your website.

Download our desktop apps

Back to news

Rumput Kering Akibat Musim Kemarau, Peternak di Pacitan Cari Pakan Hingga Keluar Daerah

2026-09-21 16:00:00
11
0

 

Kemarau panjang membuat rumput yang biasa menjadi pakan ternak semakin sulit ditemukan. Peternak di Dusun Petung Desa Tinatar Kecamatan Punung Pacitan Jawa Timur harus mencari pakan alternatif agar ternaknya tetap bisa makan.

Pendengar Radio KRISNA Pacitan, Mamak Maira menyampaikan, akibat musim kemarau, rumput disekitar tempat tinggalnya juga mengering. Terkadang harus mencari pakan hingga keluar daerah untuk dibawa pulang sebagai pakan ternak.

Baginya, pakan tetap harus tersedia meski kondisi lingkungan tidak lagi menyediakan rumput sebanyak biasanya. Sehingga peternak juga harus pandai mencari pakan alternatif. Terkadang, peternak juga membutuhkan biaya tambahan untuk membeli pakan.

Hujan terakhir yang tercatat di wilayah Pacitan Jawa Timur pada tahun 2026 terjadi pada Minggu malam, 6 September 2026, saat Awan Tebal dan Hujan Anomali Landa Pacitan, mengguyur sebagian wilayah di tengah periode musim kemarau.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, hujan ringan anomali tersebut terpantau salah satunya melalui alat Automatic Rain Gauge (ARG) di Sudimoro pada periode awal September 2026. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro mengatakan, berdasarkan rekaman satelit pada saat itu, hamparan pesisir selatan Jawa Timur mulai dari Pacitan, Trenggalek, Lumajang, hingga Banyuwangi tertutup awan secara masif.

Tingginya tutupan awan ini murni dipicu oleh interaksi arah angin dan pasokan kelembapan dari Samudra Hindia. Massa udara basah yang terdorong masuk ke daratan selatan langsung menabrak bentang topografi pegunungan. 

Proses pengangkatan orografis di lereng selatan ini memicu pendinginan dan kondensasi, sehingga awan tebal sangat mudah terbentuk. Kondisi ini sering diperkuat oleh proses pendinginan malam (inversi suhu) yang membuat awan rendah bertahan hingga pagi hari di lembah dan pesisir.

Setelah itu, wilayah Pacitan kembali didominasi cuaca cerah, berawan, hingga saat ini.


#MusimKemarau #PacitanKekeringan #PakanTernak #JualPakanTernak #PendengarRadio

Share This Article

Comments

Add Comment
Login to comment Verify your email to comment

No Comments Yet...

There was an error while fetching comments, Please try again later

888888888

mmmmmmmmm

ooooooooo

nnnnnnnnn

ttttttttt

uuuuuuuuu

eeeeeeeee

sssssssss

wwwwwwwww

hhhhhhhhh

rrrrrrrrr

fffffffff

iiiiiiiii

ddddddddd

aaaaaaaaa

yyyyyyyyy

888

mmm

ooo

nnn

ttt

uuu

eee

sss

www

hhh

rrr

fff

iii

888

mmm

ooo

nnn

ttt

uuu

eee

sss

www

hhh

rrr

fff

iii

ddd

aaa

yyy

month

88

88

day

88888

88888

UTC

88

88

hour

:

88

88

minute

:

88

88

second

am

pm

Program Lineup

Previous Article

Festival Rontek Pacitan 2026 Hadirkan Konsep Panggung Berjalan
Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mempersiapkan gelaran Festival Rontek Pacitan 2026 dengan menghadirkan konsep b
2026-07-14 10:00:00
37

Next Article

Suasana Panik! Banjir Bandang Terjang Solok Sumatera Barat, Warga Berlarian
Suasana Panik! Banjir Bandang Terjang Solok Sumatera Barat, Warga Berlarian Banjir bandang menerjang kawasan Arosuka,
2026-09-21 23:50:00
17
MonitorKRISNAPacitan
Privacy Policy Terms Of Service radio hosting internet radio hosting
Powered By Caster.fm Streaming Solutions.