Suasana ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya Jawa Timur berubah haru dan dipenuhi ketegangan emosional. Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko tidak mampu menahan air mata saat membacakan nota pembelaan atau pledoi atas kasus hukum yang menjerat dirinya.
Di hadapan majelis hakim dan pengunjung sidang, suaranya berkali-kali bergetar hebat. Sugiri Sancoko bahkan sempat berhenti sejenak untuk menyeka air mata sebelum akhirnya secara terbuka mengakui adanya kekeliruan dalam pengambilan keputusan selama menjabat sebagai orang nomor satu di Ponorogo.
Meski mengakui adanya tindakan yang tidak seharusnya dilakukan, Sugiri Sancoko secara tegas membantah telah menerima uang suap ataupun mengeduk keuntungan pribadi dari perkara tersebut.
Di hadapan majelis hakim yang diketuai I Made Yuliada pada Selasa, 21 Juli 2026, Sugiri Sancoko tidak membantah fakta-fakta yang terungkap selama persidangan berlangsung. Namun, ia meminta majelis hakim melihat secara jernih konteks pengabdiannya selama memimpin daerah.
“Saya menerima terdapat kekeliruan dalam cara saya mengambil keputusan, serta ada tindakan yang tidak seharusnya saya lakukan. Atas hal itu, saya memohon maaf sedalam-dalamnya kepada Allah SWT, keluarga, penegak hukum, dan masyarakat Ponorogo yang telah mempercayai saya memimpin daerah ini,” kata Sugiri Sancoko.
Sumber: Berita Jatim
#Korupsi #KPK #Ponorogo #PonorogoHebat #TipikorSurabaya #SugiriSancoko
No Comments Yet...